HIJRAH DI
BULAN MUHARRAM
Pembaca yang budiman,
bagi
Anda yang telah membaca postingan saya sebelumnya pasti telah mengetahui dan
memahami betapa besarnya nikmat iman yang telah Allah berikan. Di zaman ini,
kita pasti tidak akan luput dari dosa, mulai dari dosa yang tergolong ringan
hingga naik ke level selanjutnya. Karena itulah hendaklah kita selalu
bermuhasabah diri, evaluasi diri dan selalu bertobat akan dosa-dosa yang telah
kita lakukan.
Pada tahun baru hijriah ini, alangkah baiknya
kita berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang disukai Allah SWT.
kita harus menetapkan tujuan dan membuat proposal hidup yang akan kita ajukan
kepada Allah. Hal tersebut penting, karena untuk kegiatan / agenda satu hari
saja, kita membuat proposal apalagi untuk satu tahun bahkan seumur hidup.
Dengan demikian mari perbaiki diri dan bertobat di bulan Muharram ini.
Sejarah bulan Muharram memiliki banyak keajaiban/keistimewaan,
diantaranya:
1. Bulan dimana Nabi Musa dan kaumnnya
diselamatkan dari kejaran Fir’aun.
2. Nabi Isa diangkat ke langit,
3. Nabi Ibrahim diijbahi doanya;
4. Nabi Yunus diselamatkan dari perut ikan
Nun;
5. Nabi Yusuf
terselamatkan(keluar dari) dari sumur, dsb.
Kenapa kita perlu mengajukan proposal untuk
satu tahun kedepan kepada Allah?
“Barangsiapa
hari ini LEBIH BAIK daripada hari kemarin, dialah tergolong orang yang
BERUNTUNG. Barangsiapa yang hari SAMA DENGAN hari kemarin dialah tergolong
orang yang MERUGI. Dan barang siapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari
kemarin, dialah orang yang CELAKA” (HR. Hakim)
Apa yang dilakukan di bulan Muharram ini?
Yang jelas amalan yang banyak dilakukan oleh
para ulama adalah;
1. Puasa
“sebaik-baik
puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram”(HR. Muslim)
Lebih-lebih puasa As-Syuro, yaitu puasa hari
ke-10 nya berdasar hadis dari Abu Qatadah Al Anshari ra, beliau mengatakan :
Nabi
Shallahu allaihi wassalam ditanya tentang puasa As-Syuro kemudian menjawab:
“Puasa
As-Syuro menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat.”(HR. Muslim dan
Ahmad)
“Puasalah
hari As-syuro dan jangan sama dengan model orang yahudi. Puasalah sehari
sebelumnya atau sehari setelahnya.”(HR.Ahmad, Al Bazza)
Taggal 9-11 Muharram tahun ini bertepatan
dengan hari Ahad-selasa, tanggal 2-4 November 2014.
Dalam ilmu Jawa sendiri juga mensepesialkan
bulan ini sebagai bulan syuro. Dimana banyak pantangan seperti dilarang keluar
setelah magrib karena akan banyak bala. Sedangkan bagi orang yang berilmu,
maksudnya adalah ilmu silat dan aliran tertentu, mereka biasanya mencuci benda2
pusaka. Spertinya ini adalah media para ulama terdahlu untuk mengarahkan
kejahiliaan orang jawa menuju kebaikkan dan memuliakan bulan Assyuro, namun
mungkin agak dislewengkan.
Dari hadist Hammiah, berdasar atas cita-cita
Nabi, dianjurkan juga puasa, 9-10 atau 10-11 Muharram.
2. Pada waktu As-Syuro dianjurkan juga banyak
bertaubat dan beristigfar, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ali
ra., bahwa Nabi SAW bersabda kepada sesorang:
“ ..karena sesungguhnya di Hari As-Syuro ini
Allah menerima taubat kaum Nabi Yunus dan Kaum Nabi yang lain.”
Kita harus pandai mengetahui bulan-bulan penuh
ampunan sebagai bentuk kebaikkan Allah kepada kita. Kejahatan banyak terjadi di
bulan Muharram, sebaliknya peluang yang besar untuk bertobat.
3. Menambah nafkah untuk keluarga di hari
AsSyuro.
Berdasarkan hadist:
“Barangsiapa
yang menambah nafkah keluarga di hari As-Syuro maka Allah akan menambah
nafkahnya selama setahun itu”.(HR. Sufyan bin Uyainah)
4. Bershodaqoh di hari As-Syuro, berdasar
hadist:
“..Barangsiapa bersedekah di hari itu maka
sedekah sedekah setahun”(HR. Abu Musa Al Madiny)
Adapun amalan lain seperti bercelak, mandi,
dsb, riwayatnya tidak shohih. Sedangkan doa awal dan akhir tahun merupakan
bid’ah hasanah yang boleh dikerjakan. (disarikan dari dzikroyat wa munasaabat,
Prof DR. As Sayid Muhammad bin Alwy Al Malikiy Al Hasany)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar