Jumat, 24 Oktober 2014


HIJRAH DI BULAN MUHARRAM
Pembaca yang budiman,
 bagi Anda yang telah membaca postingan saya sebelumnya pasti telah mengetahui dan memahami betapa besarnya nikmat iman yang telah Allah berikan. Di zaman ini, kita pasti tidak akan luput dari dosa, mulai dari dosa yang tergolong ringan hingga naik ke level selanjutnya. Karena itulah hendaklah kita selalu bermuhasabah diri, evaluasi diri dan selalu bertobat akan dosa-dosa yang telah kita lakukan.
Pada tahun baru hijriah ini, alangkah baiknya kita berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang disukai Allah SWT. kita harus menetapkan tujuan dan membuat proposal hidup yang akan kita ajukan kepada Allah. Hal tersebut penting, karena untuk kegiatan / agenda satu hari saja, kita membuat proposal apalagi untuk satu tahun bahkan seumur hidup. Dengan demikian mari perbaiki diri dan bertobat di bulan Muharram ini.
Sejarah bulan Muharram memiliki banyak keajaiban/keistimewaan, diantaranya:
1. Bulan dimana Nabi Musa dan kaumnnya diselamatkan dari kejaran Fir’aun.
2. Nabi Isa diangkat ke langit,
3. Nabi Ibrahim diijbahi doanya;
4. Nabi Yunus diselamatkan dari perut ikan Nun;
5. Nabi Yusuf  terselamatkan(keluar dari) dari sumur, dsb.

Kenapa kita perlu mengajukan proposal untuk satu tahun kedepan kepada Allah?
“Barangsiapa hari ini LEBIH BAIK daripada hari kemarin, dialah tergolong orang yang BERUNTUNG. Barangsiapa yang hari SAMA DENGAN hari kemarin dialah tergolong orang yang MERUGI. Dan barang siapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari kemarin, dialah orang yang CELAKA” (HR. Hakim)



Apa yang dilakukan di bulan Muharram ini?
Yang jelas amalan yang banyak dilakukan oleh para ulama adalah;
1. Puasa
sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram”(HR. Muslim)
Lebih-lebih puasa As-Syuro, yaitu puasa hari ke-10 nya berdasar hadis dari Abu Qatadah Al Anshari ra, beliau mengatakan :
 Nabi Shallahu allaihi wassalam ditanya tentang puasa As-Syuro kemudian menjawab:
Puasa As-Syuro menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat.”(HR. Muslim dan Ahmad)
Puasalah hari As-syuro dan jangan sama dengan model orang yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.”(HR.Ahmad, Al Bazza)
Taggal 9-11 Muharram tahun ini bertepatan dengan hari Ahad-selasa, tanggal 2-4 November 2014.
Dalam ilmu Jawa sendiri juga mensepesialkan bulan ini sebagai bulan syuro. Dimana banyak pantangan seperti dilarang keluar setelah magrib karena akan banyak bala. Sedangkan bagi orang yang berilmu, maksudnya adalah ilmu silat dan aliran tertentu, mereka biasanya mencuci benda2 pusaka. Spertinya ini adalah media para ulama terdahlu untuk mengarahkan kejahiliaan orang jawa menuju kebaikkan dan memuliakan bulan Assyuro, namun mungkin agak dislewengkan.
Dari hadist Hammiah, berdasar atas cita-cita Nabi, dianjurkan juga puasa, 9-10 atau 10-11 Muharram.
2. Pada waktu As-Syuro dianjurkan juga banyak bertaubat dan beristigfar, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ali ra., bahwa Nabi SAW bersabda kepada sesorang:
“ ..karena sesungguhnya di Hari As-Syuro ini Allah menerima taubat kaum Nabi Yunus dan Kaum Nabi yang lain.”
Kita harus pandai mengetahui bulan-bulan penuh ampunan sebagai bentuk kebaikkan Allah kepada kita. Kejahatan banyak terjadi di bulan Muharram, sebaliknya peluang yang besar untuk bertobat.
3. Menambah nafkah untuk keluarga di hari AsSyuro.
Berdasarkan hadist:
“Barangsiapa  yang menambah nafkah keluarga di hari As-Syuro maka Allah akan menambah nafkahnya selama setahun itu”.(HR. Sufyan bin Uyainah)
4. Bershodaqoh di hari As-Syuro, berdasar hadist:
“..Barangsiapa bersedekah di hari itu maka sedekah sedekah setahun”(HR. Abu Musa Al Madiny)
Adapun amalan lain seperti bercelak, mandi, dsb, riwayatnya tidak shohih. Sedangkan doa awal dan akhir tahun merupakan bid’ah hasanah yang boleh dikerjakan. (disarikan dari dzikroyat wa munasaabat, Prof DR. As Sayid Muhammad bin Alwy Al Malikiy Al Hasany)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar