Sejumlah RSBI masih tertatih-tatih menuju SBI. Ada RSBI yang hampir siap menuju SBI, ada juga yang masih memerlukan pendampingan ekstra. Komposisi tenaga pengajar yang belum berijasah pascasarjana (S-2) merupakan permasalahan yang kerap dihadapi RSBI. Selain itu beberapa RSBI diharapkan dapat meningkatkan fasilitas laboratorium sebagai penunjang pembelajaran, memperbanyak ketersediaan buku, akses kerja sama dengan pendidikan luar negeri, serta kualiatas lulusan di sebagian besar RSBI yang akan dipantau lebih lanjut.
Pengajar di sekolah SBI memang diharuskan bergelar pascasarjana, dengan pertimbangan pengajar yang professional dapat mendidik murid-muridnya menjadi generasi bangsa yang berkompeten di bidangnya dan mampu bersaing secara internasional. Dengan label standar internasional, banyak pendidik mengartikan kegiatan belajar mengajar harus disampaikan full bahasa inggris. Anggapan ini memang dibenarkan namun perlu diperhatikan pula pemahaman akan materi serta konsep yang disampaikan. Jika penggunaan bahasa inggris sebagai pengantar pembelajaran dilakukan, namun tidak memperhatikan apakah informasi yang disampaikan guru dapat ditangkap dengan benar oleh murid, maka tujuan pembelajaran tentu tidak tercapai.
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk mentransfer informasi dari sumber informan menuju penerima. Jika Sang Guru tidak dapat menyampaikan informasi kepada murid dan murid pun tidak mengerti apa yang disampaikan oleh guru, maka bahasa yang digunakan tidak berfungsi dengan benar. Masalah utama yang dihadapi oleh para pengajar RSBI ialah kesulitan dalam menyampaikan materi pelajaran dalam bahasa inggris. Mirisnya lagi, buku sumber pembelajaran yang awalnya berbahasa Indonesia dirubah ke bahasa inggris. Serta buku sumber pembelajaran yang disajikan secara bilingual (dwibahasa), yaitu bahasa inggris dan bahasa Indonesia. Kondisi ini malah semakin menyesatkan dunia pendidikan kita. SBI lebih dikenal sebagai sekolah Sok Berbahasa Inggris daripada berstandar internasional.
Berbagai kesalah kaprahan presepsi tentang SBI semakin memusingkan para pemerhati pendidikan di Indonesia, apalagi para pelaksana pendidikan. Standar internasional merupakan pedoman bagi SBI, kualitas yang diutamakan. Kualitas pendidikan yang baik dapat dicapai salah satunya melalui sumber pembelajaran materi terkait dari teks book bahasa inggris asli bukan terjemahan. Pemahaman akan konsep yang dipaparkan dalam bahasa inggris membutuhkan pengguasaan bahasa inggris yang baik. Selanjutya pemaknaan konsep yang tertuang dalam teks book membutuhkan keahlian bahasa Indonesia yang baik pula. Disinilah peran bahasa Indonesia dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Bahasa Indonesia sebagai Sang Pencerah dalam memahami konsep-konsep materi yang terkait dalam pembelajaran.
Bahasa Indonesia merupakan wahana dalam penyampaian ilmu pengetahuan dan media penggungkapan seni sastra dan budaya bagi warga Indonesia dengan latar belakang budaya dan bahasa daerah yang berbeda-beda (Alwi,dkk., 2003:1-2). Mengacu pada pernyataan ini pastilah bahasa Indonesia turut berperan serta sebagai pengantar dalam dunia pendidikan. SBI dengan kualitas internasional tetap berkepribadian nasional melalui bahasa Indonesia.
AFNI KUMALA WARDANI
093184010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar