JIKA MEMANG
MILIKKU, PASTI AKAN KEMBALI PADAKU
Saat
diri sulit untuk lari dari masa lalu, aku selalu berdoa agar aku mampu
melupakannya. Meski ruang dan waktu sudah terpisah sangat jauh, namun bayang
masa lalu selalu menipu. Usai solat seperti biasa aku selalu berdoa. Berdoa
agar aku dapat melupakannya. Semua yang datang silih dan berganti, hanya
keikhlasan yang menemani.
Beberapa
hari yang lalu aku kehilangan kacamata pink yang aku suka. Entah karena
kelalaian atau musibah yang mengandung pringatan untuk waspada. Beberapa waktu
tak lama setelahnya, cincin yang ku jaga baik-baik pemberian Ibu sebelum
merantau juga raib luput dari pandangan. Jari manis yang mulai kurus tak mampu
menahan kepergian cincin inisial D tanpa pamit. beberapa hari kemudian, aku lupa
lagi dengan jam tangan warna putih yang selalu mengingatkan waktu-waktu dalam
perjalananku, entah ada dimana. Aku hanya mencari sekilas dan belum
menemukannya.
Aku
biarkan saja. Sampai akhirnya usai solat dhuhur, saat aku berdoa seperti biasa.
Berdoa agar dapat melupakannya. Aku menyuguhkan kegalaunku pada-Nya. Menyajikan
kegundahan dan memohon agar bisa melupakannya. Saat hening menyelimuti, aku
mendengar bunyi detak jam. Di kamar tidak ada jam dinding, apa mungkin itu jam
tanganku. Segera kucari sumber bunyi tersebut. Di almari, di tas dan semua
sudut. Hampir aku tak mendengar detakannya lagi. Hampir saja aku menduga dia
pun pergi meninggalkanku. Tapi ternyata dia kembali, di sela-sela tumpukan buku
antara meja dan almari. Sambil tersenyum, aku mengusap wajah kaca. Engkau
kembali.
Jika
memang milikku, suatu saat engkau pasti akan kembali padaku. Ya Allah, ku
ulangi lagi kalimat yang baru saja keluar dari bibirku. Ya Allah, itu kah
jawaban dari Mu. Tanpa sadar aku bicara seperti itu. Sesaat aku merenung dan
menatap diri tajam. Namun, aku sadar semua ini milik-Mu, pasti kembali pada-Mu.
Dia tidak akan kembali padaku tanpa izinmu. Maka dengan ini aku menengadah, aku
berlutut, bersimpuh kepada-Mu, seraya meminta pada-Mu. Jika dia milikku,
kembalikan dia padaku. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar